Wednesday, April 25, 2012

Teknologi dan Pendidikan

Kelompok I


Hal - hal yang akan kami bahas adalah sebagai berikut :
  1. Persinggungan antara pendidikan dan teknologi.
  2. Perbandingan apa yang dibaca di buku dengan pendidikan yang dijalankan di Medan ( pada pendidikan yang kami jalani di masa sekolah ).
  3. Ubiquitos computing dan pandangan kelompok kami mengenai ubiquitos computing.
Hasil diskusi :
  1. Titik persinggungan antara pendidikan dan teknologi terdapat pada perkembangan dan cara mengembangkannya. Teknologi ada karena pendidikan. Contohnya pada penciptaan komputer. Komputer diciptakan oleh seorang insinyur. Sebelum ia mampu menciptakan komputer, ia telah mendapatkan pendidikan sebelumnya. Pendidikan juga ada karena teknologi, Contohnya pendidikan dengan metode e-learning. E-learning itu bisa terlaksana karena adanya teknologi internet dan komputer. Pendidikan sendiri membutuhkan teknologi sebagai media perkembangannya, dan sebaliknya. Dengan berkembangnya pendidikan, teknologi juga ikut berkembang. Pendidikan dan teknologi saling berkaitan satu sama lain. Jadi intinya, untuk mengembangkan teknologi, dibutuhkan pendidikan, dan sebaliknya.
  2. Di buku, dijelaskan bahwa pada masa pra taman kanak – kanak sudah dikenalkan pada komputer dan pembelajaran yang makin kompleks pada usia selanjutnya. Apabila dibandingkan dengan masa sekolah kami dulu, kami mulai mengenal komputer sejak SD, dan itu pun hanya pengenalan awal saja. Pemanfaatannya masih sangat minim. Lalu, pada tingkat SMP, kami baru diperkenalkan pada beberapa aplikasi Microsoft Office, seperti Microsoft Word, Excel, dan Power Point. Pada masa ini, frekuensi penggunaan komputer semakin meningkat hingga masa SMA, seperti menggunakan fasilitas internet, desain grafis, dan lain – lain. Pada dasarnya, pendidikan teknologi yang kami terima di masa sekolah dulu masih jauh tertinggal dari standar yang ditetapkan oleh International Society for Technology in Education.
  3. Ubiquitos computing adalah memasukkan komputer ke kehidupan kita sehari – hari. Komputer yang dimaksudkan adalah komputer yang diubah dalam bentuk portable dan mobile. Menurut kelompok kami, ini mempunyai dampak positif dan negatif.
Dampak positifnya yaitu :
o   Komputer menjadi lebih praktis untuk dibawa kemana – mana
o   Semakin memudahkan murid untuk memperoleh informasi dalam pengerjaan tugas
Dampak negatifnya yaitu :
o   Dapat meningkatkan individualisme
o   Dapat mengurangi tingkat konsentrasi yang ujungnya berakibat menurunkan produktivitas

Demikian hasil diskusi kelompok kami. Semoga bermanfaat =)

Sunday, April 8, 2012

Psikologi Sekolah

Anggota Kelompok : 

Kedudukan Psikologi Sekolah dalam Ilmu Psikologi
Psikologi Sekolah adalah salah satu dari beberapa bidang psikologi pendidikan sehingga kedudukannya sangatlah penting. Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi yang bertujuan untuk membentuk mind set anak.

Perbedaan Psikologi Sekolah dan Psikologi Pendidikan
Psikologi Pendidikan adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan pada sistem atau metode pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Tujuan psikologi pendidikan adalah memberikan pengetahuan riset yang dapat secara efektif diaplikasikan untuk situasi mengajar, mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, dan pengelolaan organisasi sekolah.
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik , sosialisasi, dan emosi. Psikologi sekolah juga  bertujuan untuk membentuk mind set anak.
Maka perbedaan psikologi pendidikan dan psikologi sekolah dapat dilihat dari ruang lingkupnya. Psikologi pendidikan bergerak dalam bidang yang luas, sedangkan psikologi sekolah hanya bergeak dalam ruang lingkup sekolah.
Psikologi pendidikan berhubungan dengan cara pengajaran, sedangkan psikologi pendidikan berhubungan dengan anak didik di sebuah sekolah, contohnya seperti memberikan nasehat mengenai masalah yang ada di dalam sekolah,  pembinaan murid dan guru, pengembangan kognitif, kreatif, etik, dan juga pengembangan kemampuan siswa dalam ruang lingkup sekolah.

Fungsi Sekolah sebagai Agen Perubahan
Sebagai lembaga pendidikan, sekolah diharapkan mnejadi sarana dimana terjadi perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang berperilaku buruk menjadi lebih baik. Tentu saja hal ini hanya dapat terjadi apabila semua bagian-bagian dari perubahan tersebut saling mendukung prosesnya. Maksudnya adalah jika di sekolah dasar, anak – anak telah diajarkan untuk membuang sampah pada tempatnya, namun di rumah seorang murid tempat sampah hanya tersedia di tempat yang sulit dijangkau oleh seorang anak berumur tujuh tahun, sehingga anak tersebut malas untuk melaksanakan perbuatan yang baik tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika dirumah seorang anak diajarkan untuk selalu menyapa guru – guru disekolah, namun para guru disekolah cenderung mengacuhkan anak murid tersebut, maka usaha orangtua untuk memperbaiki sikap anaknya tersebut akan sia – sia. Jika seluruh komponen dalam dinamika tersebut telah bekerjasama untuk mendukung proses tersebut, maka sangat besar kemungkinan perubahan menuju arah yang lebih baik akan terjadi.

Metode yang Dapat Digunakan dalam Sistem Pengajaran di Sekolah
Metode belajar – mengajar dapat diartikan sebagai cara-cara yang dilakukan untuk menyampaikan atau menanamkan pengetahuan kepada subjek didik, murid, atau anak melalui sebuah kegiatan belajar mengajar, baik di sekolah, rumah, kampus, pondok, dll.
Metode yang umum digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain berbentuk ceramah, tanya jawab, pemberian tugas dan metode demonstrasi (praktek).
·      Metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seseorang guru terhadap kelasnya. Guru dapat menggunakan alat-alat bantu, seperti gambar- gambar dan yang paling utama adalah bahasa lisan. Metode ceramah adalah metode mengajar yang sampai saat ini masih mendominasi atau paling banyak digunakan guru dalam dunia pendidikan
·      Metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru ke siswa dan begitu juga sebaliknya.
Metode  ini merupakan salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan- kekurangan pada metode ceramah, apabila suatu penjelasan guru yang belum dimengerti, maka siswa / anak didik dapat langsung menanyakan pada guru.
·      Metode pemberian tugas adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar di mana guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru. Dalam hal ini guru memberikan tugas pada murid untuk maju ke depan kelas untuk medemonstrasikan apa yang diajarkan guru.
Dalam pendidikan agama sering digunakan metode ini terutama dalam hal yang bersifat praktis, sehingga siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang materi pelajaran yang telah diterimanya.
·      Metode pemberian tugas adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar di mana guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru. Dalam hal ini guru memberikan tugas pada murid untuk maju ke depan kelas untuk medemonstrasikan apa yang diajarkan guru.
Dalam pendidikan agama sering digunakan metode ini terutama dalam hal yang bersifat praktis, sehingga siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang materi pelajaran yang telah diterimanya.

Permasalahan – permasalahan yang Terjadi di Sekolah dan Solusi Pemecahan Masalah
Sekolah adalah lingkungan yang sangat kompleks, tempat yang memungkinkan bertemunya berbagai macam orang berbeda. Segala perbedaan tersebut memberi peluang untuk terjadinya permasalahan dan konflik jika tidak disikapi dengan benar. Berikut ini akan dipaparkan beberapa permasalahan dan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.
1.      Perilaku Menyimpang
Contoh kasus: seorang murid yang tidak bisa duduk tenang di bangku atau bergoyang-goyang saat presentasi di depan kelas
Hal ini disebabkan oleh rasa nervous yang berlebihan dan dapat diatasi dengan bantuan pengajar yang menenangkan murid tersebut dengan mengalihkan perhatian murid bermasalah tersebut dari kegugupannya dengan melontarkan lelucon ataupun menyemangatinya.
2.      Perilaku Bermasalah
Contoh kasus: murid yang malu bertanya
Hal ini biasanya terjadi karena beberapa hal seperti: tidak biasa untuk bertanya, takut pertanyaaannya terdengar konyol, tidak suka menjadi pusat perhatian. Solusi untuk hal ini mungkin adalah dengan menunjuk pasti anak tersebut dan memintanya untuk bertanya tentang hal yang ia ingin ketahui.
3.      Penyesuaian Diri yang Salah
Contoh kasus: murid yang menyontek pekerjaan temannya
Hal ini seharusnya dapat diselesaikan dengan memberikan peringatan maupun hukuman yang membuat dia mengerti bahwa tindakan yang dia lakukan tersebut salah dan tidak hanya merugikan teman yang dia contek tetapi juga merugikan dirinya sendiri.
Terdapat beberapa kasus lainnya seperti bullying/penindasan yang sering dilakukan oleh senior terhadap junior. Kasus inilah yang paling sering terjadi sekarang dan harus ditindak dengan benar. Salah satu cara untuk menghentikan penindasan ini adalah memperketat peraturan sekolah tentang isu tersebut, contoh: memberikan sangsi untuk anak yang terlibat penindasan. Beberapa cara lain juga dapat dilakukan seperti melakukan sosialisasi bagi tiap murid untuk menyadari diri mereka sendiri, memperkuat pelajaran agama, karena agama adalah cara yang paling efektif untuk menahan diri seseorang dari perbuatan yang salah. Cara lain tersebut juga dapat dilakukan untuk masalah-masalah lainnya. Namun, komunikasi efektif antara orangtua dan para pendidik di sekolah akan sangat membantu untuk mencegah berbagai permasalahan yang mungkin terjadi.

Fungsi dan Peran Psikolog Sekolah dan Perlunya Psikolog Sekolah
Dalam pelaksanannya, psikolog sekolah berhadapan langsung dengan murid secara perorangan, kelompok murid, murid per kelas, guru secara perorangan, kelompok guru , tenaga administrasi. Psikolog sekolah sangat berperan penting dalam pelaksanaan psikologi dalam hal diagnostik di sekolah:
  • Pelaksanaan tes 
  • Melakukan wawancara dengan siswa, guru, orangtua, serta orang-orang yang terlibat dalam pendidikan siswa 
  • Observasi siswa di kelas, tempat bermain, serta dalam kegiatan sekolah lainnya 
  • Mempelajari data kumulatif prestasi belajar siswa
Psikolog sekolah bekerja dengan masing-masing siswa dan kelompok siswa untuk mengatasi masalah perilaku, kesulitan akademis, cacat dan isu-isu lainnya. Mereka juga bekerja dengan guru dan orang tua untuk mengembangkan teknik untuk menangani dengan rumah dan perilaku kelas. Tugas lainnya termasuk siswa pelatihan, orangtua dan guru tentang bagaimana mengelola situasi krisis dan masalah penyimpangan.
Psikolog Sekolah juga bertindak sebagai pendidik oleh orang lain dalam membantu memahami lebih lanjut tentang perkembangan anak, masalah perilaku dan teknik perilaku manajemen.

Hal – Hal yang Diberikan dalam Kaitanya dalam Layanan Psikolog Sekolah
Berikut layanan yang diberikan oleh seoran psikolog sekolah :
  1. Membantu pihak sekolah, khususnya guru, dalam menangani siswa sekolah yang mengalami masalah psikologis.
  2. Membantu orangtua menangani masalah yang ada pada anak mereka yang bersekolah di sekolah.
  3. Membantu siswa baik secara individual maupun kelompok untuk menangani masalah yang mereka hadapi di sekolah dan rumah.
  4. Memberikan pengarahan dan pelatihan secara berkala untuk para guru berkaitan dengan perkembangan anak dan permasalahan psikologis lainnya.
  5. Memberikan seminar / workshop / sharing session pada orangtua secara berkala.
  6. Membantu pihak sekolah dalam proses seleksi siswa baru.
  7. Membantu pihak sekolah dalam proses rekrutmen dan seleksi guru.
Penanganan masalah pada siswa yang dilakukan di sekolah meliputi: observasi ; evaluasi / tes psikologis; wawancara dengan siswa & orangtua ; memberikan konseling baik bagi siswa maupun orangtua ; bekerja sama dengan guru dalam menangani siswa ; dan memberi rujukan.

Perbedaan antara Psikolog Sekolah, Psikolog Pendidikan, dan Guru BK
Seorang psikolog pendidikan berkaitan dengan membantu anak – anak atau remaja yang mengalami masalah dalam pengaturan pendidikan dengan tujuan meningkatkan proses belajar mereka. Tantangan dapatmencakup masalah – masalah sosial ,emosional, atau kesulitan belajar. Pekerjaan dalam lingkup individual atau kelompok, menasehati guru, orangtua, pekerjasosial, dan profesional lainnya.
Kinerja melibatkan penilaian dari pengamatan anak menggunakan wawancara dan bahan uji. Mereka menawarkan berbagai intervensi yang tepat seperti belajar program dan kerja kolaboratif dengan guru atau orangtua. Psikolog pendidikan juga memberikan pelatihan in-service untuk guru dan profesional lain pada isu isu seperti perilaku dan manajemen stres. Pekerjaan juga melibatkan penelitian dan memberikan nasehat mengenai ketentuan dan kebijakan pendidikan.
Seorang psikolog sekolah adalah jenis psikolog yang bekerja dalam sistem pendidikan untuk membantu anak – anak dengan masalah emosional, sosial, dan akademik. Tujuan dari psikolog sekolah adalah untuk berkolaborasi dengan orangtua , guru, dan siswa untuk mempromosikan lingkungan belajar yang sehat yang berfokus pada kebutuhan anak-anak.
Menurut National Association of Sekolah Psikologi (NASP), terdapat 5 ( lima ) wilayah utama dimana psikolog sekolah menyediakan jasa:
1. Konsultasi
2. Evaluasi
3. Intervensi
4. Pencegahan
5. Penelitian dan Perencanaan
Bimbingan konseling menempati bidang pembimbingan siswa dalam keseluruhan, proses dan kegiatan pendidikan. Pemberian bimbingan konseling kepada siswa agar masing-masing siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri secara optimal. Bimbingan konseling dapat berfungsi pengembangan artinya, bimbingan yang diberikan dapat membantu para siswa dalam mengembangkan keseluruhan pribadinya secara lebih terarah dan mantap.
Tugas Guru BK/Konselor Menurut PP No. 74 Tahun 2008 :
Guru bimbingan konseling  / konselor memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dalam pelaksanaan pembimbingan konseling terhadap peserta didik. Tugas guru bimbingan konseling / konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/madrasah.
Tugas guru bimbingan konseling/konselor yaitu membantu peserta didik dalam:
  1. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik dalam memahami serta menilai bakat dan minat.
  2. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan, dan bermartabat.
  3. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah / madrasah secara mandiri.
  4. Pengembangan karir, yaitu bidang pembimbingan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.

Sumber :

Tuesday, April 3, 2012

Pentingnya Pendidikan Anak Prasekolah : Taman Kanak - Kanak

Anggota Kelompok :


Apakah pendidikan anak prasekolah itu penting ? YA, sangat amat penting ! Karena pada usia ini merupakan masa emas bagi perkembangan seorang anak untuk mengecap pendidikan. Ingat ! Masa emas ini hanya datang sekali ! Apabila terlewat, berarti habis sudah peluang Anda.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakkan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi , sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Dalam Kurikulum TK 2004 dijabarkan sejumlah fungsi TK sehingga dapat mempermudah para pelaksana atau penyelenggara menerjemahkannya ke dalam praktek pendidikan pada level tersebut. Fungsi-fungsi yang dimaksud adalah:
(1) TK berfungsi mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak
(2) TK berfungsi mengenalkan anak dengan dunia sekitar
(3) TK berfungsi menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik
(4) TK berfungsi mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi
(5) TK berfungsi mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemampuan yang dimiliki anak
(6) TK berfungsi menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar

·      Sosial – Emosional
Keterampilan sosial-emosional pada anak usia dini akan menjadi pondasi bagi anak-anak untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, peduli kepada orang lain, dan produktif. Daniel Goleman (dalam Iriyanto, 2006) bahkan menyatakan bahwa kecerdasan emosi dan sosial sangat penting peranannya dalam menentukan keberhasilan seseorang. Presentasenya bisa mencapai 80%. Pada anak yang kurang mendapat stimulasi perkembangan sosial emosi berdasarkan penelitian Hurlock (dalam Nugraha dan Rachmawati (2005) banyak yang mengalami kehausan atau kelaparan emosi (emotional starved). Kondisi ini kemudian berkembang menjadi pribadi yang labil, memiliki hambatan dalam penyesuaian diri, dan menjadi pribadi yang tidak bahagia pada tahap perkembangan selanjutnya.

·      Kognisi
Perkembangan kognitf anak usia taman kanak-kanak (PAUD) berada dalam fase praoperasional vang mencakup tiga aspek, yaitu:
1. Berpikir Simbolis
Aspek berpikir simbolis yaitu kemampuan untuk berpikir tentang objek dan peristiwa walaupun objek dan peristiwa tersebut tidak hadir secara fisik (nyata) di hadapan anak.
2. Berpikir Egosentris
Aspek berpikir secara egosentris, yaitu cara berpikir tentang benar atau tidak benar, setuju atau tidak setuju, berdasarkan sudut pandang sendiri. Oleh sebab itu, anak belum dapat meletakkan cara pandangnya di sudut pandang orang lain.
3. Berpikir lntuitif
Fase berpikir secara intuitif, yaitu kemarnpuan untuk menciptakan sesuatu, seperti menggambar atau menyusun balok, akan tetapi tidak mengetahui dengan pasti alasan untuk melakukannya.

·      Fisik
Menurut Jane M. Hally, jaringan syaraf anak akan terbentuk apabila anak melakukan kegiatan yang aktif dan menyenangkan. Bila tidak mendapatkan lingkungannya, otak seorang anak akan menderita. Para peneliti di Baylor College of Medicine menemukan bahwa apabila anak – anak jarang diajak bermain, maka perkembangan otaknya 20% atau 30% lebih kecil daripada ukuran normalnya pada usia itu.


Semoga bermanfaat =)

Referensi :